Gelaran Adat Lampung Barat, Sambut Rektor dan Dekan FKIP

(Eduspotnews) : Pemerintah daerah Lampung Barat menggelar pentas budaya adat Paksi Pak Sekala Brak bekerja sama dengan Kepaksian Buay Nyerupa dalam rangka wujud terima kasih masyarakat kepada mahasiswa KKN KT FKIP yang telah berkontribusi penuh menyelenggarakan program KKN demi optimalisasi potensi yang ada di Kabupaten Lampung Barat.  Salah satu program KKN Kependidikan Terintegrasi yang telah berjalan selama 2 tahun ini, yakni Sanggar Seni Buay Nyerupa  yang terbentuk pada tahun 2013 yang lalu, senantiasa mengembangkan adat budaya daerah setempat utamanya tari-tarian daerah dengan memanfaatkan pelatih dari pemuda setempat.

Eva Oktarina selaku ketua pelaksana gelaran adat Kepaksian Buay Nyerupa ini, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini diharapkan dapat terus diingat masyarakat dan diimplementasikan dalam bentuk muatan lokal oleh sekolah sekabupaten Lampung Barat. Mengingat sejarah Paksi Pak Sekala Brak yang berjasa dalam penyebaran agama islam di Lampung Barat.

Rektor Unila, Prof. Sugeng P. Harianto yang hadir mengunjungi acara Pentas Budaya KKN KT Lampung Barat, mendapat gelar kehormatan dari Raja Kepaksian Buay Nyerupa. Pemberian gelar ini disaksikan langsung oleh ratusan warga Lampung Barat, Raja kerajaan Sekala Brak dan Sultan Kepaksian Buay Nyerupa. Gelar yang disandang Rektor Unila tersebut adalah “Raja Perdana Buay Nyerupa”.

Pemberian gelar adat kehormatan itu tidak terlepas dari kontribusi pimpinan perguruan tinggi yang senantiasa berperan aktif mengirimkan mahasiswa untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat.

Dalam serangkaian pesta budaya itu juga, mahasiswa yang berkerjasama dengan pemuda dari karang taruna menampilkan beberapa produk hasil olahan seperti pupuk urea dan organik,  dodol berbahan dasar tomat, dan kerajinan tangan dari  barang-barang yang tidak terpakai. Untuk memeriahkan acara adat yang digelar di lingkungan SMAN 1 Sukau ini, tampil juga beberapa siswa sekolah yang membawakan beberapa tari-tarian daerah dengan iringan musik tradisional Lampung Barat.

Dekan FKIP Unila, Dr. Bujang Rahman,M.Si yang hadir mendampingi rektor berpesan kepada masyarakat secara umum, agar program yang disampaikan mahasiswa dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dikembangkan secara berkelanjutan. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak pemerintah daerah karena telah memercayakan FKIP selaku LPTK untuk membantu membangun masyarakat dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. (Riky)

Mahasiswa KKN KT Sukses Bangun Pesisir Barat

(Eduspotnews) : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan melalui mahasiswa KKN Kependidikan Teringrasi 2014 sukses mendampingi masyarakat Pesisir Barat dalam menjalankan beberapa program pembangunan kabupaten baru ini. Program KKN yang menjadi sasaran utama mahasiswa KKN KT FKIP tersebut mencakup bidang pendidikan, ekonomi kreatif, olahraga, rohani hingga seni budaya.

Ucapan terima kasih warga masyarakat, yang dalam hal ini disampaikan langsung oleh PJ Bupati Kabupaten Pesisir Barat  Kherlani  atas peran aktif mahasiswa KKN KT yang berkontribusi penuh memotivasi serta mendorong masyarakat untuk lebih giat membangun potensi kearifan lokal kabupaten yang berada di pesisir pantai ini. Kherlani juga memaparkan, dalam setahun, tidak kurang dari seribu pendatang baik lokal maupun internasional untuk menikmati wisata yang ada di Pesisir Barat. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan mutu di berbagai bidang, seperti pariwisata, ekonomi kreatif hingga mutu pendidikan bagi warga masyarakatnya.

Program yang dibawa mahasiswa KKN KT di kabupaten Pesisir Barat antara lain pendirian sanggar seni Helau si Ngambur yang bertujuan melestarikan serta mengembangkan kesenian daerah, ekonomi kreatif yakni pengolahan barang-barang yang tidak terpakai menjadi barang ekonomis dan siap jual. Selain itu, mahasiswa bersama masyarakat, membuat kue olahan berbahan dasar pisang dan kelapa yang mudah didapatkan di daerah kecamatan Ngambur sebagai salah satu daerah yang menghasilkan pisang dan kelapa yang cukup banyak.

Tidak terlepas dari konsep terintegrasinya, mahasiswa KKN KT yang juga melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), juga mengajar di beberapa sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan. Semua program yang telah berjalan, dilanjutkan oleh masyarakat setempat setelah mahasiswa KKN ditarik kembali ke Universitas Lampung.

Bahkan ada beberapa program KKN yang sepenuhnya telah dijalankan oleh masyarakat. Misalnya pemasaran hasil olahan makanan dan kerajinan  serta keaktifan sanggar seni yang pelatihnya berasal dari pemuda setempat yang telah dibekali oleh mahasiswa KKN KT dari jurusan Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Seni Tari.

Dekan FKIP Unila Dr. Bujang Rahman, M.Si yang hadir pada peresmian program unggulan di Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat menyampaikan bahwa, hakikat dari KKN KT FKIP Unila yakni mahasiswa belajar di masyarakat dan juga mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di daerah sehingga dapat diberdayakan secara optimal.

Selanjutnya Bujang menekankan bahwa, program KKN KT FKIP dapat disetujui apabila visible dan continueble. Visible artinya pelaku (pelaksana, pelatih hingga pembina) di masyarakat itu ada. Mahasiswa hanya motivator yang membawa program tersebut. Continueble yakni program dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Karena pelakunya masyarakat, program-program ini milik masyarakat dan tetap berlangsung. Mahasiswa hanya mengantarkan. Ketika program itu jadi dan siap dilaksanakan, maka itu menjadi milik masyarakat”, jelas Bujang.

Hal ini dipertegas oleh pernyataan Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto M.S, bahwa KKN KT FKIP mencampurkan antara penguasaan teori kependidikan terhadap penerapan di masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari keterampilan para pelaku seni tari hasil binaan sanggar seni yang didirikan oleh mahasiswa serta konsep wirausaha hasil pendampingan mahasiswa Unila mampu dalam pemberdayaan para pemuda. (Riky)

Serah Terima Mahasiswa KKN-KT FKIP kepada Pemkab Tanggamus, Lambar, dan Pesbar

(Eduspotnews) : Agenda serah terima mahasiswa KKN-KT FKIP Unila dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, pada Kamis (19/6). Pada kesempatan itu, hadir Wakil Bupati Tanggamus, dan beberapa perwakilan pemerintah kabupaten Lampung Barat serta Pesisir Barat. Acara serah terima mahasiswa KKN-KT dibuka oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S  didampingi Dekan FKIP Unila dan Ketua Prakti Lapangan Terpadu (PLT). Dalam sambutannya rektor menyampaikan bahwa mahasiswa adalah sponsor utama di masyarakat. “Generasi yang akan datang tergantung pada mahasiswa, karena selain melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa FKIP merupakan calon guru yang diharapkan menjadi teladan dan idola, serta mampu menggerakkan para siswa-siswa lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi”, jelas Sugeng.

Selanjutnya, Sugeng berharap agar mahasiswa Unila khususnya FKIP  dapat mengabdi bukan hanya di Lampung tetapi di seluruh Indonesia. Saat ini, model KKN-KT FKIP Unila tengah menjadi model KKN di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Karena konsep terintegrasi adalah pelaksanaan KKN di dalam PPL dan PPL di dalam KKN dengan menejemen waktu yang tidak simultan (bergantian), tetapi dilaksanakan dalam satu waktu pada saat mahasiswa melaksanakan proses KKN akan ada materi mengenai PPL  yang bernuansa akademik, begitu juga PPL akan ada proses KKN yang   bernuansa pengabdian masyarakat.

Total mahasiswa KKN-KT FKIP Unila tahun 2014 berjumlah 1038 orang dengan lokasi penempatan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Lampung Barat berjumlah 285 orang yang tersebar di 6 kecamatan, 27 desa dan 34 sekolah. Sementara di  Kabupaten Pesisir Barat sebanyak 393 orang yang tersebar di 8 kecamatan, 36 desa dan 46 sekolah. Selanjutnya untuk Kabupaten Tanggamus mahasiswa KKN-KT berjumlah 360 orang yang tersebar di 12 kecamatan 36 desa dan 36 sekolah. Pelaksanaan KKN-KT ini akan dimulai pada 1 Juli dan berakhir 18 September 2014. (Rf/D1/Kay/Ty)

Pelaksanaan SBMPTN 2014

(Eduspotnews) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) serentak dilaksanakan diberbagai lokasi yang telah ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan ujian tertulis di seluruh Indonesia. Khususnya di region Lampung, terdapat 39 lokasi ujian dengan 1.537 pengawas. Total pendaftar sebanyak 19.212 orang yang terbagi dalam kelompok sains teknologi (saintek), sosial humaniora (soshum) dan campuran. Kelompok Saintek melaksanakan ujian dimulai pukul 08.00 WIB. Materi tes terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD) Saintek sebanyak 150 soal.

Menurut Renaldi, salah satu peserta SBMPTN asal Bandar Lampung,  “ujian ini membutuhkan ketelitian dan manejemen waktu yang baik, sehingga efisiensi pengerjaan soal dapat dikerjakan dengan tepat dan efektif,” jelas dia.

Pada hari kedua dilanjutkan dengan ujian praktik bagi peserta SBMPTN yang memilih program studi Penjaskes dan Pendidikan Seni Tari. Ujian praktik dilaksanaan pada lokasi berbeda, yakni pendidikan seni tari di kampus Panglima Polim sedangkan Penjaskes di lapangan sepak bola Universitas Lampung. (Rf/Kay)

Pelatihan PKM Mahasiswa Bidikmisi FKIP Unila

(Eduspotnews)  Bertempat di Aula A gedung dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi angkatan III Semester IV mengikuti Pelatihan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).Tema yang diusung adalah “Prinsip-Prinsip Penulisan Proposal Keiatan Mahasiswa (PKM)”. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam sebuah program kewirausaahaan. Penyelenggara pelatihan membagi kegiatan ini dalam dua sesi yaitu materi pendahuluan dan materi khusus pada Jum’at (13/06) dan materi prinsip-prinsip penulisan proposal PKM dan praktek penulisan pada tujuh hari berikutnya, yakni Sabtu (21/06).

Program Kreativitas Mahasiswa menjadi agenda tahunan bagi mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi Universitas Lampung yang juga diikuti oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Agenda yang sama juga telah dilaksanakan sejak dua tahun silam oleh angkatan 2010 dan 2011. Peserta dalam pelatihan ini hanya diikuti oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung angkatan 2012. Sebanyak 250 mahasiswa dari berbagai jurusan dan program studi berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Total jumlah peraih beasiswa Bidik Misi angkatan III adalah 254 mahasiswa. Mahasiswa dengan jumlah tersebut akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan empat orang. Kelompok-kelompok tersebut akan berkompetisi untuk memenangkan program kewirausahaan di tingkat nasional dan diseleksi oleh panitia pusat penyelenggara PKM, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Dalam pidato pembukaan kegiatan, Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, Drs. Iskandar Syah, M.Hum yang sekaligus menjabat sebagai pembina mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi menyampaikan bahwa keberadaan Program Kreativitas Mahasiswa hendaknya menjadi motivasi bagi peraih beasiswa untuk berusaha aktif dan kreatif dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan pada bidang-bidang lainnya (red).

“Filosofi dari mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi ini adalah ‘best of the best’atau terbaik dari yang terbaik sehingga mahasiswa ketika nanti terjun di lapangan dapat menjadi mahasiswa yang terampil”, ujar Iskandar Syah.

Selanjutnya, untuk pelatihan penulisan proposal PKM secara resmi dibuka oleh Pembantu Dekan II FKIP Unila, Drs. Arwin Achmad, M.Si. Pada sambutannya, Arwin menguraikan tiga kata kunci yang harus dimiliki mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi, yaitu amati, tiru, dan modifikasi. Menurutnya, menjadi mahasiswa harus menjadi mahasiswa yang cerdas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Panitia pelatihan ini melibatkan lima pemateri utama yaitu Dr. M. Thoha BS Jaya, MS, Drs. Iskandar Syah, M.H., Machrus Ali. S.Pi., M.Si., dan Drh. Madi Hartono, M.P. Dua di antara para pemateri adalah pembina utama PKM Universitas Lampung yaitu Machrus Ali. S.Pi., M.Si., dan Drh. Madi Hartono, M.P. Menurutnya, PKM adalah salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak mampu menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian serta memperkaya budaya nasional. (EIF/FAP)