SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
FKIP Peringati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2015
Oct 1st, 2015 by news

Dekan FKIP Memimpin Upcara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Dekan FKIP Memimpin Upcara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

(Eduspotnews) Segenap jajaran pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) beserta para mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) dan Forum Komunikasi Pendidikan Kewarganegaraan (Fordika) menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di pelataran aula K FKIP Unila, Kamis (10/1). Bertindak langsung sebagai inspektur upacara, Dekan FKIP Unila Dr. Bujang Rahman, M.Si. dan dihadiri para wakil dekan dan mahasiswa.

Peringatan Hari kesaktian pancasila ini merupakan salah satu rasa syukur pihak akademisi khususnya FKIP Unila atas disatukannya Indonesia pada waktu yang lampau dengan konsep Pancasila sebagai pedoman dasar negara yang sekaligus menjadi dasar dalam berpikir, bersikap dan berperilaku bagi warga negaranya. Dengan mengimplementasikan setiap sila dalam Pancasila, maka sejatinya bangsa Indonesia mampu menjadi manusia yang utuh sesuai dengan kondrat dan kehendak  Tuhan  Yang   maha  Kuasa dengan ciri kepribadian Pancasila yang belum tentu dimiliki oleh bangsa lain.

Bujang Rahman juga menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa atas terselenggaranya Upacara ini. “Di era yang seperti sekarang ini, tidak semua unsur peduli dengan Pancasila.  Namun ditengah-tengah kondisi ini, justru FKIP Unila masih konsisten memperingati Hari Kesaktian Pancasila, artinya kita masih yakin bahwa Pancasila itu sakti dan kita terus bertekad untuk mengamalkannya demi kemajuan bagsa dan negara”, tegasnya saat diwawancarai.

Selanjutnya, dengan diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional, hal ini juga membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila harus dijadikan  landasan  pokok  dan  landasan  fundamental  bagi penyelenggaraan bernegara sekaligus  mengatur penyelenggaraan negara disegala bidang, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, hukum,   pertahanan dan  keamanan.

Upaya sungguh-sungguh pun terus digalakan agar nilai-nilai Pancasila terus menjadi nilai-nilai strategis sebagai pendorong terwujudnya integritas, kerja keras, dan gotong royong guna merekatkan persatuan   dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Wakil Dekan III Dr. Muhammad Fuad, M.Hum juga menyampaikan apresiasinya kepada segenap peserta upacara. Para pimpinan FKIP sangat bangga akan prakarsa pelaksanaan peringatan Kesaktian Pancasila kali ini. Hal ini dikarenakan peringatan kali ini jauh lebih hikmat dari pada ditempat lain. Hal ini terbukti dari tidak ada kesalahan dalam penyelenggaraannya dari awal hingga akhir.  Fuad menghimbau agar disiplin ini diwariskan kepada generasi penerus setelahnya. [Rf]

Bujang : Harapan Besarnya, SMA YP Unila benchmark-nya SMA di Lampung
Sep 1st, 2015 by news

Dekan FKIP Bujang Rahman (Tengah) memberikan sambutan pada pertemuan dengan guru-guru SMA YP Unila

Dekan FKIP Bujang Rahman (Tengah) memberikan sambutan pada pertemuan dengan guru-guru SMA YP Unila

(Eduspotnews) Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Bujang Rahman, M.Si  didampingi para wakil dekan FKIP mengunjungi SMA Yayasan Pendidikan (YP) Universitas Lampung, pada Sabtu (29/08). Tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah guna penguatan SMA YP Unila sebagai labschool FKIP yang diharapkan bukan hanya sebagi tempat belajar mengajar, namun juga akan diberdayakan menjadi tempat pengembangan riset khususnya yang terkait dengan pendidikan. Kehadiran rombongan FKIP Unila disambut langsung oleh kepala sekolah SMA YP Unila, Drs. Berchah Pituwas , M.H  dan segenap guru-guru SMA YP Unila.

Dalam sambutan yang disampaikan, Dekan menekankan bahwa  kerjasama antara FKIP Unila dan YP Unila akan terus dikembangkan, mengingat ditunjuknya FKIP Unila selaku rayon 107 di Sumatra guna mempersiapkan penyelenggarakan Program Profesi Guru (PPG) yang akan dilaksanakan tidak lama lagi. Ada pun syarat penyelenggaraan PPG ini, selain adanya asesor yang telah diseleksi oleh pihak penyelenggara kemudian asrama tempat tinggal, juga dipersiapkan tempat praktik mengajar bagi para peserta PPG paling tidak selama dua semester.

Selanjutnya selain informasi tentang PPG ini, Bujang juga menyampaikan bahwa, riset-riset terbaru oleh FKIP terkait pendidikan akan lebih dahulu diimplementasikan di SMA YP Unila. “Harapan besarnya, SMA YP Unila sebagai Benchmark-nya SMA di Lampung”, sahut Bujang.

Labschool menjadi tempat uji teori, pengembangan teori dan aplikasi semua teori pendidikan. Keberadaan labschool yang dikelola oleh FKIP Unila mendukung dua model pengembangan pendidikan. Pertama menjadi pelayanan pendidikan dan kedua menjadi teaching school.

Di kesempatan yang sama, Wakil Dekan I FKIP, Dr. Abdurrahman, M.Si juga menambahkan bahwa, FKIP akan memberikan pacuan kepada SMA YP Unila agar mencapai tujuan benchmark di atas standar sekolah lain. Salah satu upayanya yakni penerapan metode scaffolding. Metode ini tengah diupayakan FKIP dan YP Unila guna memacu hasil output pendidikan yang lebih berdaya saing.

Selain SMA YP Unila, FKIP Unila juga telah meresmikan labschool di PGSD Metro pada awal tahun 2015 ini. Selain bermanfaat besar untuk pelaksanaan PPG, labschool juga diperuntukkan untuk teaching school bagi dosen dan mahasiswa. Dosen dapat melihat dan mengevaluasi fenomena pendidikan yang berkembang sehingga mampu melahirkan teori-teori baru sekaligus dapat dipraktikkan. Sedangkan mahasiswa sangat leluasa melihat proses pembelajaran di labschool. Labschool didesain terbuka untuk dosen dan mahasiswa dalam bentuk etalase pendidikan.[Rf]

FKIP Bekali Auditor Internal Fakultas Dengan Pelatihan ISO 9001
Aug 21st, 2015 by news

IMG_1026

Sesi Penyampaian Materi ISO 9001

(Eduspotnews) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  terus membangun kepercayaan masyarakat dalam hal mutu dan kapabilitas layanan instansinya. Sehingganya, dalam mengawal pengakuan yang telah diberikan masyarakat terhadap mutu yang dimiliki ini, FKIP menyelenggarakan pelatihan persyaratan International Organization for Standardization (ISO) 9001, Teknik Dokumentasi dan Problem Solving bagi para para calon auditor internal.

ISO  9001 merupakan salah satu standar internasional dalam menetapkan beberapa persyaratan untuk sistem manajemen mutu dari input hingga output fakultas. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat selaku ‘pelanggan’ yang ikut serta menerima output yang dihasilkan FKIP. Guna memperoleh ISO 9001 tersebut, FKIP menghadirkan Vidya Consultans sebagai trainer dari pihak eksternal untuk pemateri pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan dua hari dari 19 hingga 20 Agustus 2015 bertempat di ruang sidang FKIP Universitas Lampung.

Pelatihan ini merupakan salah satu tanggung jawab Unit Penjaminan Mutu Fakultas untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan mutu fakultas baik sumber daya manusia (SDM) hingga pelayanan yang ada di FKIP sehingga kelak output berupa tenaga pendidik yang dihasilkan  pun bermutu. Sebanyak 22 peserta ikut serta dalam pelatihan ini. Beberapa diantaranya yakni Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Bagian hingga subbagian dan ketua unit.

Adapun cakupan pelatihan yang termasuk di dalam ISO 9001:2008 antara lain : Sistem Manajemen Mutu, Persyaratan dokumentasi, Tanggung Jawab Manajemen, Perencanaan, Pengelolaan sumber daya, Realisasi Output, Validasi Rekanan, Pengukuran, Analisis dan Perbaikan.

Tujuan diadakannya pelatihan ini antara lain dimaksudkan agar para peserta yang telah mengikuti  kegiatan ini dapat menjadi tim auditor yang nantinya mampu meng-audit sistem menejemen mutu internal. Sehingga salah satu fungsi tidak langsungnya, kesiapan proram studi dalam menghadapi visitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan termenejemen dengan baik.

Dekan FKIP Bujang Rahman sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kita akan menorehkan sejarah baru dalam peningkatan kualitas FKIP, oleh karena itu, marilah kita bekerjasama maksimalkan pelatihan ini dengan mengikutinya hingga akhir”, himbaunya saat sambutan pembuka.

“Kita memang memiliki sistem penjamin mutu secara internal lewat LP3M, namun penilaian mutu melalui ISO merupakan penjaminan mutu level internasional, sehingga hendaknya kita membangun budaya, mental dan maindset yang mulai masuk ke dunia global”.

Selanjutnya, Hanafi Sutjipto yang didampingi Adnan dari Vidya Consultans selaku trainer juga menekankan bahwa butuh komitmen yang kuat dan kerjasama yang baik dari semua pihak untuk menampilkan mutu yang yang diharapkan. Tak terkecuali dari pihak pengambil kebijakan hingga pelayanan ditingkat bawah oleh karenanya semua bagian harus paham tujuan yang telah ditentukan.

Adapun salah satu perbedaan BAN-PT  dengan ISO 9001 adalah jarak penilaian serta evaluasinya. Bila BAN-PT  dilaksanakan 5 tahun sekali, untuk penilaian ISO dilaksanakan evaluasi selama setahun sekali. Setiap lembaga yang menerapkan standar ini diwajibkan mengidentifikasi serta melaksanakan manajemen resiko. Aspek resiko menjadi bagian standar ISO 9001 yakni berkaitan dengan mutu. Hasil identifikasi risiko nantinya berujung  pada proses preventive action.

Jadi dalam menyelesaikan masalah organisasi tidak hanya menggunakan pendekatan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan, tetapi mulai merambah ke manajemen resiko dimana FKIP nantinya diminta memperhatikan prinsip-prinsip dalam manajemen resiko tersebut.

Selanjutnya, salah satu klausul pada materi pelatihan ini adalah teknik dokumentasi. Pada ISO 9001:2008, klausul 8.2.2 dinyatakan bahwa  organisasi (red. FKIP) diminta untuk menetapkan prosedur terdokumentasi untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit, penetapan rekaman dan pelaporan hasil. Menyimpan informasi terdokumentasi sebagai bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ISO 9001. Mengingat banyaknya arsip yang ada, namun sistem menejemennya belum memenuhi standar prinsip yang ditetapkan. [Rf]

Rektor Bacakan Puisi Di Akhir Pidato HUT RI Ke-70
Aug 17th, 2015 by news

Peringatan HUT RI Ke 70 Universitas Lampung

Peringatan HUT RI Ke 70 Universitas Lampung

(Eduspotnews) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Universitas Lampung (Unila) menggelar upacara pengibaran bendera di lapangan sepak bola Universitas Lampung, pada Senin (17/8).  Hadir segenap pimpinan universitas beserta para jajaran dari dekan, dosen hingga karyawan. Pada upacara kali ini, pihak universitas  juga telah mengikutsertakan ribuan mahasiswa baru Unila angkatan 2015. Himbauan ini sudah disosialisasikan sebelumnya sejak pengambilan almamater.

Tampak petugas upacara berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka selaku pasukan pengibar bendera merah putih, Resimen Mahasiswa (Menwa) yang bertugas dibagian protokol acara, pemimpin upacara hingga pemimpin barisan, serta UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang ikut menyemarakkan suasana pagi di lapangan tersebut.  Rangkaian upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diawali dengan gladi bersih selama kurang lebih 10 menit yang kemudian dilanjutkan  dengan pelaksanaan.

Sama seperti tahun sebelumnya, Rektor Universitas Lampung, Prof. Sugeng P. Harianto bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Pada amanat yang disampaikan, Rektor membacakan secara langsung kutipan naskah pidato Menteri Riset, Teknologi dan Dikti RI yang bertajuk “Ayo Kerja Membangun Kualitas Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Untuk Menghasilkan Inovasi Yang Unggul“.

Dalam penyampaian pidato ini, jargon “Ayo  Kerja, Ayo Kerja” terdengar menjadi titik tolak harapan pemerintah kepada segenap bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo dalam tekad Gerakan Nasional. Namun ada yang beda dalam naskah pidato kali ini. Ada beberapa untaian bait puisi karangan W.S. Rendra menjadi pengantar pidato Gerakan Nasional yang diusung pemerintah. Adapun potongan puisi yang dibawakan langsung oleh Rektor adalah sebagai berikut :

Hidup adalah untuk mengolah hidup.

Bekerja membalik tanah.

Memasuki rahasia langit dan samudra.

Serta mencipta dan mengukir dunia. Kita menyandang tugas.

Karena tugas adalah amanah.

Ayo kita kerja, demi tanah air Indonesia. Kesadaran adalah matahari.

Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakerawala.

Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata.

Ayo kerja, ayo kerja, ayo kerja.

Sebagaimana implementasi puisi yang dibawakan, tekad pemerintah menjadikan Gerakan Nasional Ayo Kerja, terfokus ke dalam 3 bidang prioritas nasional, yaitu kemaritiman, ketahanan pangan, dan kemandirian energi. Dalam bidang kemaritiman, adanya upaya kuat bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang meliputi pembangunan kebudayaan maritim hingga pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur penelitian kelautan.

Selanjutnya dalam bidang pangan, pemerintah menghimbau masyarakat  untuk bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pembangunan ketahanan pangan nasional juga harus mampu memberdayakan sumberdaya lokal, baik sumberdaya bahan dan lahan, sumberdaya manusia, dan sumberdaya ekonomi lainnya. Sedangkan dalam bidang  energi dan  energi baru  terbarukan,  Indonesia  memiliki banyak potensi  yang sampai saat ini belum dikembangkan secara optimal.

“Mengingat kebutuhan energi bangsa Indonesia terus meningkat, maka diperlukan upaya-upaya inovatif dan terobosan beragam dari energi baru terbarukan untuk pemenuhannya, sehingga diharapkan bahwa pada tahun 2015 peran energi baru terbarukan dapat   berkontribusi minimal 17% dari keseluruhan kebutuhan energi di Indonesia”, kutip Rektor Sugeng P. Harianto saat berpidato.

Di akhir pidatonya, rektor juga menyampaikan bahwa Kemristekdikti tengah menyusun  grand design untuk berpartisipasi dalam membangun Indonesia, utamanya dalam 3 bidang prioritas nasional. “Hanya dengan bekerja yang melibatkan semua penyelenggara negara dan seluruh rakyat Indonesia, maka kita dapat mewujudkan impian kita bersama”, tutup Sugeng. [Rf]

Capai Tiga Standar Sempurna, FKIP Peroleh Nilai 974 Dari 1000
Aug 13th, 2015 by news

Suasana Proses Audit Internal di Ruang Dekan FKIP

Suasana Proses Audit Internal di Ruang Dekan FKIP

(Eduspotnews) Tim audit internal Universitas Lampung melaksanakan penilaian di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Kamis (13/8). Tim auditor ini antara lain Prof. Warsito, Taharuddin, M.Sc, dan Teuku Fahmi, M.Krim. Pelaksanaan audit terfokus di ruang Dekan FKIP dengan dihadiri semua ketua unit di lingkungan FKIP serta para ketua jurusan. Dr. Abdurrahman, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama memimpin presentasi dan pemaparan mengenai tujuh standar penilaian yang diajukan oleh pihak auditor.

Dalam pemaparannya, Abdurrahman menguraikan strategi, pencapaian falukultas, kegiatan dan tujuan masing-masing unit, hingga pelayanan dan pelaksanaan pembelajaran di FKIP. Ada pun unit yang ada di FKIP yaitu, Unit Database dan Publikasi Ilmiah, Unit Penjaminan Mutu Fakultas yang juga menaungi program studi, Unit Praktik Lapangan Terpadu dan Unit Pelayanan Konseling Terpadu.

Beberapa capaian yang telah diperoleh FKIP selama setahun terakhir yakni juara 1 webomatric, dimana website FKIP merupakan salah satu penyokong nilai terbanyak ke universitas hingga kini Unila memperoleh predikat terbaik 10 Se-Indonesia dinilai dari segi webomatric. Selanjutnya, model  Kuliah Kerja Nyata Kependidikan Terintegrasi (KKN-KT) yang dijalankan FKIP Unila, telah menjadi salah satu contoh atau model KKN di beberapa kampus FKIP yang ada di Indonesia. Selain capaian dibidang dibidang penjaminan mutu hingga sistem tata kelolanya, Dekan FKIP Unila, Dr. Bujang Rahman, M.Si juga merupakan ketua Forum Komunikasi (FORKOM) FKIP Negeri Se-Indonesia yang ini menjadi salah satu poin penilaian.

Di tengah proses audit, Prof. Warsito menegaskan bahwa visi ideal, yakni ketika institusi memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Adapun kriteria yang dimakasud yaitu memenuhi target/harapan, ruang lingkup waktu dan wilayah, serta mudah dipahami, artinya tidak menimbulkan konotasi dan mudah dihafal.

Dengan melihat serta menilai ketujuh standar yang telah ditetapkan, maka diperolehlah tiga poin sempurna pada standar satu, lima dan tujuh yang semuanya mencapai 100 persen. Adapun empat standar lain juga mendapat poin tidak kurang dari 93 persen. Total keseluruhan nilai yang diperoleh FKIP pada audit internal tahun 2015 ini adalah berjumlah 974,60 dari nilai maksimal 1000. “Perolehan nilai ini lebih tinggi dibanding nilai tahun 2014 lalu”, ujar ketua Unit Penjaminan Mutu, Dr. Sunyono saat ditemui di ruang kabag Tata Usaha FKIP Unila.

Namun dengan baiknya nilai yang diperoleh ini, ada juga beberapa catatan yang diberikan auditor kepada FKIP untuk menjadi perbaikan ke depan. Antara lain mengenai perlunya pengesahan pada tiap-tiap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan dan juga pengesahan pada dokumen kebijakan mutu dan standar mutu. Keseluruhan penilaian ini nantinya akan dibandingkan dengan tujuh fakultas lain yang ada di Universitas Lampung dan hasil akhir penilaian akan diumumkan pada malam puncak Dies Natalis Universitas Lampung ke 50 September nanti.[Rf]

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa