SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Tunjukkan Prestasi Terbaikmu Melalui Ujian Nasional yang Jujur
Mar 26th, 2015 by amrul

Eduspotnews : Jakarta, Kemendikbud — Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai ujian nasional (UN) mulai tahun ini tidak lagi sebagai penentu kelulusan siswa.  Kelulusan siswa tahun ini sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan atau sekolah. Diharapkan hal ini berdampak pada para siswa yang tidak perlu takut lagi dalam menghadapi UN.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan, karena UN tidak sebagai penentu kelulusan diharapkan para siswa bisa lebih percaya diri dan tidak pelu takut dalam menghadapi UN. Tetapi, kata dia, para siswa harus tetap menunjukkan prestasi terbaiknya. “Ini akan dipotret, dan hasilnya akan kamu lihat, dan akan dilihat oleh orang tua kamu sehingga tunjukkan prestasi terbaikmu secara jujur,” katanya pada acara talkshow radio mengenai Persiapan UN 2015, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (25/3/2015). [Video : UJIAN NASIONAL YANG JUJUR]

Read the rest of this entry »

Pertama Dalam 10 Tahun Terakhir, FKIP Wisuda 188 Orang
Mar 25th, 2015 by news

Suasana di dalam Gedung Serba Guna Unila

Suasana di dalam Gedung Serba Guna Unila

(Eduspotnews) Pertama dalam 10 tahun terakhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung melepas tak lebih dari 188 wisudawan di periode Maret 2015 ini.Jumlah tersebut sudah mencakup wisudawan yang berasal dari program sarjana regular, non regular, S1 dalam jabatan dan magister di lingkungan FKIP. Jumlah ini cenderung lebih dikit bila dibanding dengan wisuda periode lalu yakni sekitar 400 orang.

Pada periode ini, Maizar Ardiansyah wisudawan dari Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila berhasil menyandang predikat terbaik kedua tingkat universitas dengan IPK 3,90. Disusul dengan wisudawan dari FISIP dengan IPK 3,86. Sesuai dengan SK Rektor Nomor 107/UN26/DT/2015, total wisudawan Universitas Lampung pada periode ini berjumlah 767 orang dengan wisudawan FKIP yang berpredikat cumlaude berjumlah 21 orang.

Mulai tahun 2015 ini, Universitas Lampung menetapkan periode wisuda menjadi enam kali dalam setahun yakni pada Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan Desember. Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S berkesempatan membuka langsung prosesi wisuda dan didampingi para anggota senat universitas, baik dekan maupun guru besar. Dalam pidatonya, Sugeng berpesan kepada wisudawan agar ke depan para lulusan Unila mampu mengolah sumber daya yang ada dengan maksimal dan mereka juga dituntut untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, kesiapan para lulusan ini diharapkan dapat bersaing dengan para lulusan, baik dalam maupun luar negeri. (Rf)

_MG_2365

Para Senat dan Guru Besar Universitas Lampung

_MG_2384

Pemberian Plakat Oleh Perwakilan Gubernur Lampung Kepada Lulusan Terbaik FKIP Unila

Perkuat Wawasan Media Publikasi, BEM FKIP Kunjungi Eduspot
Mar 23rd, 2015 by news

Pemberian Plakat oleh Gubernur BEM kepada kru Eduspot

Pemberian Plakat oleh Gubernur BEM kepada kru Eduspot

(Eduspotnews) BEM FKIP Unila melalui Dinas Media Center melakukan kunjungan Media Informasi Pendidikan ke Eduspot FKIP Unila, Jum’at (20/3). Dalam kunjungannya, BEM FKIP Unila yang beranggotakan dua puluh orang disambut langsung oleh pimpinan redaksi Sub Unit Eduspot, Budi Kadaryanto dan beberapa kru. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka menguatkan peran media elektronik maupun cetak antar Lembaga Kemahasiswaan (LK) fakultas dan unit publikasi yang ada di fakultas.

Dalam sambutannya, Budi memaparkan sejarah singkat Eduspot dimana brand Eduspot sendiri memiliki arti “Edu” artinya pendidikan dan “spot” artinya titik atau pusat. Eduspot dimaknai sebagai pusat sumber informasi pendidikan yang merangkum informasi internal kampus maupun update berita pendidikan nasional dan internasional. Fadhil, reporter Eduspot menambahkan bahwa Eduspot berada dibawah naungan Unit Database dan Publikasi Ilmiah, FKIP Universitas Lampung. Keberadaan subunit ini mengelola dua media sekaligus yaitu majalah dan televisi berbasis online atau streaming tv.

“Sampai saat ini kami sudah menerbitkan majalah ini hingga 12 edisi, dan majalah itu tidak hanya di distribusikan di internal kampus Unila saja namun hingga ke beberapa universitas yang tergabung dalam forum komunikasi keguruan dan ilmu pendidikan di Indonesia”, terang Fadhil.

Ia juga menambahkan bahwa Eduspot TV merupakan televisi online pertama yang ada di Universitas Lampung. TV Streaming ini mengadopsi langkah yang telah lebih dulu dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret Solo sebagai salah satu patner FKIP Unila.

Kunjungan BEM FKIP ini diisi dengan diskusi interaktif antar anggota dan jajaran kru Eduspot. Pertemuan ini menghasilkan rencana kolaborasi antar seluruh lembaga kemahasiswaaan fakultas yang dituntut untuk mengoptimalkan peran media kampus berbasis internet dan media cetak.

“Kami dari BEM FKIP Unila akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait bentuk kerjasama yang akan dibangun. Yang pasti kerjasama yang akan dibuat tidak hanya melibatkan BEM FKIP saja tetapi juga harapannya dapat melibatkan seluruh LK di FKIP khususnya bidang kemediaan”, ujar Deris Astriawan selaku Kadis Media Center.

Ditemui disela-sela kegiatan Gubernur BEM FKIP Unila, Deni Yuniardi mengatakan kunjungan ini merupakan salah satu bentuk nyata kami dalam mendukung kemediaan yang ada baik di internal BEM FKIP maupun di Eduspot sendiri.

“Ini merupakan langkah awal yang baik dan menjadi program kerja jangka panjang untuk sama-sama mengoptimalkan fungsi kemediaan dari masing-masing pihak. Dan salah satu tujuan dari kunjungan ini yaitu untuk memberikan wawasan lebih tentang kemediaan, selain itu untuk berbagi informasi demi perbaikan kita bersama”, urai Deni saat diwawancarai. (DA)

_MG_2294 _MG_2327

Lihat Lintasan Menuju Sekolah Rusak, Yuk Lapor ke sahabat.kemdikbud.go.id
Mar 17th, 2015 by news

Jakarta, Kemendikbud — Jembatan dan berbagai lintas rusak untuk menuju sekolah bukan menjadi hal baru. Hal tersebut tidak dapat dibiarkan, karena orang tua melepas anak-anaknya ke sekolah dengan harapan bisa meraih masa depan yang cemerlang. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajak seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat lainnnya untuk melaporkan lintasan menuju sekolah yang rusak ke laman “sahabat.kemdikbud.go.id.

“Kita mengundang lewat laman ini,

untuk melaporkan lintasan menuju sekolah yang rusak. Kemendikbud berasama Kementerian PU dan Perumahan Rakyat akan mengerjakan ini. Lintasan rusak harus dibangun kembali,” demikian disampaikan Mendikbud Anies Baswedan saat jumpa pers di kantor Kemendikbud, Jumat (13/03/2015).

Di laman ini masyarakat dapat melaporkan berbagai lintasan yang rusak, dan menjelaskannya dalam formulir yang tersedia. Pihak pelapor menyebutkan lokasi, mengirimkan foto, dan mendeskripsikan kejadiannya. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kemendikbud bersama Kementerian PU dan Perumahan Rakyat akan melakukan verifikasi untuk memperbaiki.

Mendikbud berharap, dengan terselesaikannya lintasan menuju sekolah yang rusak, para orang tua dapat melepaskan anak-anaknya berangkat ke sekolah dengan rasa nyaman dan tenang. “Anak-anak dapat melewati lintasan-lintasan yang aman. Anak ke sekolah untuk meraih masa depan yang gemilang, dan bukan berangkat ke sekolah untuk melewati lintasan dengan resiko-resiko yang membahayakan,” ujar Mendikbud. Read the rest of this entry »

Statuta Baru, Gubes Tak Lagi Dominasi Suara Senat Pemilihan Rektor
Mar 15th, 2015 by news

Anggota Senat Universitas Lampung

Anggota Senat Universitas Lampung

(Eduspotnews): Universitas Lampung (Unila) kini tengah menanti turunnya Surat Keputusan (SK) statuta baru yang saat ini masih akan disahkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir. Dalam statuta baru, guru besar tidak lagi mendominasi jumlah anggota senat.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., mengatakan, hingga saat ini rancangan surat keputusan statuta Universitas Lampung masih berada di Sekretaris Jendral Kemenristek Dikti sambil menunggu pengesahan menristekdikti.

Hasriadi menegaskan, statuta merupakan landasan paling dasar dari seluruh peraturan dan pedoman keorganisasian Unila sebagai acuan penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan perguruan tinggi. Kendati demikian keterlambatan turunnya SK dan penjelasan statuta tersebut tidak sampai mengganggu proses kegiatan belajar mengajar maupun manajerial di Kampus Hijau.

“Hingga statuta baru turun, pihak Unila masih menggunakan statuta yang lama karena sebagian besar peraturannya masih sama. Kecuali ada sedikit perubahan mengenai perekrutan anggota senat kini tidak harus guru besar,” ujarnya, Rabu (11/3).

Dalam statuta baru, sambungnya, pihak universitas akan mengakomodasi pemilihan anggota senat di masing-masing fakultas  yakni sebanyak empat orang. Mereka yang didelegasikan tersebut merupakan perwakilan dari dekanat hingga program studi di masing-masing fakultas. Langkah itu diambil untuk menciptakan perimbangan suara antarfakultas saat suatu kebijakan dikeluarkan, termasuk pada saat pemilihan rektor berlangsung.

Dengan aturan baru yang diatur dalam statuta Unila berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perguruan Tinggi Wajib Memiliki Statuta Sebagai Pedoman Dasar Penyelenggaraan Kegiatan di Kampus. Dalam PP itu juga diatur pihak fakultas akan mengirimkan perwakilannya baik yang bergelar profesor maupun doktor untuk menyuarakan aspirasi suara di tiap fakultas.

Selain digunakan untuk pemilihan calon rektor Unila, statuta akan mengatur hal urgensi lain terkait perubahan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Unila sebagai manifestasi perubahan nomenklatur yang baru. (Rf bersumber http://unila.ac.id)

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa